SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota Surabaya menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai salah satu prioritas utama sepanjang 2025. Selain perbaikan jalan, upaya pengendalian banjir digenjot melalui pembangunan saluran drainase dan rumah pompa di berbagai wilayah kota.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021–2026. Sinergi antara Pemkot dan DPRD terus diperkuat agar dampak pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (3/1/2026).
“Pemerintah kota punya semangat bersama dengan DPRD. Dari sekian titik banjir, jumlahnya terus berkurang. Harapannya masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Eri, Rabu, (31/12/2025).
Sepanjang 2025, Pemkot Surabaya membangun lima rumah pompa baru serta saluran drainase di 233 titik. Total panjang drainase yang dibangun mencapai 56.365 meter atau sekitar 56,36 kilometer. Selain itu, pengaspalan jalan dilakukan di 24 lokasi dengan panjang total 10.285,83 meter.
Lima rumah pompa yang dibangun masing-masing berkapasitas 3,5 meter kubik per detik dan tersebar di Jalan Dukuh Menanggal, Jalan Karah Agung, Jalan Ketintang Madya, Jalan Margorejo Indah, serta Jalan Amir Mahmud. Keberadaan rumah pompa dinilai krusial untuk mempercepat surutnya genangan air, terutama di wilayah dengan elevasi rendah.
“Kalau hanya mengandalkan gravitasi, surutnya lama. Maka salah satu solusinya adalah rumah pompa,” jelas Eri.
Pembangunan drainase dilakukan di sejumlah ruas strategis, di antaranya Jalan Karah, Jalan Raya Kedung, Jalan Raya Pagesangan, Outlet Raya Sambikerep, hingga kawasan Siwalankerto dan Pakal. Upaya tersebut berkontribusi menurunkan jumlah titik genangan hingga tersisa 38 lokasi.
Pemkot Surabaya juga mempercepat penyelesaian proyek drainase di kawasan langganan banjir agar rampung sebelum puncak musim hujan Januari–Februari 2026. Tahun berikutnya, pembangunan drainase akan diprioritaskan di wilayah Sukomanunggal.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyebut sepanjang 2025 ratusan proyek saluran air telah dikerjakan, baik pembangunan baru maupun pelebaran saluran lama.
“Dulu masih menggunakan batu kali, sekarang diganti box culvert berukuran lebih besar agar kapasitas tampung air meningkat,” ujarnya.
Saat ini, Surabaya memiliki 81 rumah pompa dengan lima unit di antaranya dibangun pada 2025. Untuk memastikan kinerjanya optimal, petugas disiagakan 24 jam, terutama saat hujan deras dan potensi sampah menyumbat saluran.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Fathoni menilai pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan berkelanjutan hingga 2026. Namun, ia mengapresiasi hasil positif di sejumlah wilayah yang sebelumnya rutin tergenang.
“Di beberapa tempat yang dulu langganan banjir, kini sudah tidak ada. Artinya program ini terbukti efektif meski belum 100 persen,” kata Fathoni.
DPRD dan Pemkot Surabaya pun menyiapkan skema pembiayaan alternatif agar pembangunan infrastruktur terus berlanjut. Targetnya, manfaat pembangunan jalan dan pengendalian banjir dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dalam beberapa tahun ke depan. (ivan)