Berita ini disuport oleh BPBD Jatim
SURABAYA, PustakaJC.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Ancaman tahun ini diprediksi lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya karena dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi memicu cuaca lebih panas dan minim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur.
BPBD Jatim memprediksi dampak kekeringan tahun ini akan meluas hingga 29 kabupaten/kota dengan potensi terdampak mencapai 916 desa. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kondisi 2025 yang tercatat berdampak pada 12 kabupaten. Prediksi itu menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah mengingat ancaman krisis air bersih diperkirakan mulai dirasakan lebih awal sebelum puncak musim kemarau berlangsung.

Berdasarkan prediksi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Jawa Timur, awal musim kemarau di sebagian wilayah Jawa Timur dimulai sejak April 2026. Sementara puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. BMKG juga memprediksi kondisi tahun ini lebih kering akibat pengaruh El Nino yang dapat menurunkan curah hujan secara signifikan.