BPBD Jatim Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla 2026, Dampak Diprediksi Lebih Parah

pemerintahan | 18 Mei 2026 17:15


Tak hanya kekeringan, ancaman karhutla juga menjadi perhatian serius BPBD Jatim pada musim kemarau tahun ini. Dalam catatan BPBD, sepanjang tahun lalu terjadi kebakaran lahan di 13 kabupaten dengan luas mencapai 44,3 hektare. Sementara kebakaran hutan terjadi di tiga kabupaten dengan luas sekitar 10,2 hektare. 


Sejumlah kawasan pegunungan dan hutan konservasi seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Tahura Raden Soerjo, Gunung Lawu, Gunung Arjuno hingga kawasan Ijen masuk dalam wilayah pengawasan rawan karhutla.


BPBD Jatim menilai kombinasi cuaca panas ekstrem, vegetasi kering dan aktivitas manusia menjadi faktor utama pemicu kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, penguatan patroli kawasan rawan, pemantauan hotspot hingga koordinasi lintas instansi mulai dilakukan lebih awal untuk menekan risiko kebakaran meluas.


Sebagai langkah antisipasi, BPBD Jatim menyiapkan distribusi air bersih dengan estimasi kebutuhan mencapai 867 ritase. Kebutuhan anggaran distribusi air bersih diperkirakan mencapai sekitar Rp612 juta. Selain itu, BPBD Jatim juga menyiapkan pengadaan 474 unit tandon air berkapasitas minimal 1.000 liter dengan kebutuhan anggaran hampir Rp1 miliar.