Kesiapan logistik dan peralatan penanggulangan bencana juga diperkuat. BPBD Jatim mencatat memiliki stok 400 unit jerigen, 165 tandon lipat dan 9.600 terpal yang siap digunakan untuk kebutuhan darurat di lapangan. Selain itu tersedia armada operasional berupa mobil tangki air, ambulans, truk logistik, kendaraan komunikasi hingga pompa air berkapasitas besar yang dinyatakan dalam kondisi siap operasional.
BPBD Jatim juga menyiapkan langkah strategis berupa penetapan status kedaruratan, rapat koordinasi teknis bersama OPD terkait hingga apel siaga gabungan pengendalian kebakaran hutan dan lahan bersama BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Melalui langkah tersebut, BPBD Jatim berharap dampak kekeringan dan karhutla pada musim kemarau 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin. Masyarakat juga diimbau mulai menghemat penggunaan air bersih serta tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau berlangsung. (int)