BPBD Jatim Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla 2026, Dampak Diprediksi Lebih Parah

pemerintahan | 18 Mei 2026 17:15


BPBD Jatim mencatat sejumlah daerah dengan potensi kekeringan cukup tinggi berada di wilayah pesisir utara, Madura, Mataraman hingga Tapal Kuda. Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep masuk dalam daftar daerah rawan kekeringan. Selain itu, wilayah Ponorogo, Pacitan, Bondowoso hingga Situbondo juga diprediksi mengalami ancaman serupa. Total penduduk terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 1,5 juta jiwa. 


Kondisi tersebut diperkirakan berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama pasokan air bersih. Penurunan debit sumber air dan mengeringnya sumur warga menjadi ancaman yang mulai diantisipasi BPBD Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota.


BPBD Jatim bahkan mencatat Kabupaten Bondowoso telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 14 April 2026. Penetapan itu menjadi sinyal awal bahwa ancaman kekeringan mulai dirasakan lebih cepat di sejumlah wilayah Jawa Timur. 


Belajar dari penanganan tahun sebelumnya, BPBD Jatim kini memilih memperkuat langkah mitigasi sejak dini. Pada 2025 lalu, kekeringan tercatat melanda 12 kabupaten di Jawa Timur dan memaksa pemerintah melakukan dropping air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Saat itu, BPBD Jatim juga menyalurkan 1.000 unit tandon air untuk membantu kebutuhan masyarakat.