Industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) disebut menjadi sektor paling rentan terdampak. Sebagai industri padat karya dan penyerap tenaga kerja perempuan terbesar di Jawa Timur, pembatasan ketat dinilai dapat mengancam keberlanjutan SKT.
“Kami khawatir SKT yang menjadi penopang ekonomi masyarakat menengah ke bawah justru tertekan. Dampaknya bisa relokasi hingga PHK,” kata Adik.
Dalam audiensi tersebut, Kadin Jatim mendorong pemerintah agar pengendalian konsumsi rokok tetap memperhatikan kondisi riil industri dan petani. Standar nikotin dan tar diminta tidak diseragamkan dengan rokok global serta memberikan perlakuan khusus bagi SKT sebagai industri padat karya dan bagian dari warisan nasional.
Kadin juga mengusulkan masa transisi bertahap selama 2–5 tahun jika kebijakan pembatasan diterapkan, serta penguatan koordinasi lintas kementerian agar perlindungan kesehatan sejalan dengan keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi daerah. (ivan)