Dindik Jatim Susun Langkah Strategis Tingkatkan Nilai TKA 2025

pemerintahan | 09 Januari 2026 06:21

Dindik Jatim Susun Langkah Strategis Tingkatkan Nilai TKA 2025
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai. (dok suarasurabaya)

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menyusul hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) Jawa Timur tahun 2025 yang dinilai belum optimal.

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan hasil TKA menjadi bahan evaluasi penting guna memperbaiki kompetensi siswa sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Jatim. dikutip dari kominfo.

 

“Hasil TKA ini akan kami tindaklanjuti melalui perbaikan pada kompetensi yang masih kurang maksimal, salah satunya dengan peningkatan kompetensi guru dan penguatan faktor pendukung pembelajaran,”ujar Aries di Surabaya, Rabu, (7/1/2026).

 

 

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jawa Timur menempati peringkat kelima nasional dalam hasil TKA antarprovinsi. Nilai rerata TKA mata pelajaran matematika tercatat 36,77, bahasa Inggris 25,35, dan bahasa Indonesia 56,98.

 

Aries menjelaskan, TKA merupakan instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik siswa yang mencakup literasi, numerasi, dan penalaran. Hasil tersebut digunakan sebagai dasar pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan di Jawa Timur.

 

“TKA menjadi salah satu acuan untuk memastikan kualitas pendidikan berjalan sesuai standar,”katanya.

 

 

 

Saat ini, TKA telah dilaksanakan pada jenjang SMA, SMK, SLB, serta pendidikan kesetaraan Paket C. Evaluasi hasil TKA dilakukan sesuai kewenangan masing-masing, di mana SMA, SMK, dan SLB menjadi tanggung jawab Dindik Provinsi Jawa Timur, sementara pendidikan kesetaraan berada di bawah kewenangan dinas pendidikan kabupaten/kota.

 

“Evaluasi dilakukan sesuai peran dan tugas masing-masing,” jelasnya.

 

Untuk meningkatkan capaian TKA ke depan, Dindik Jatim menyiapkan sejumlah program, di antaranya analisis soal berbasis higher order thinking skills (HOTS), penguatan kompetensi guru, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.

 

Program yang disiapkan meliputi TKA Clinic bagi sekolah dengan capaian rendah, pelatihan intensif soal berbasis penalaran bagi siswa kelas akhir, serta replikasi praktik baik dari sekolah unggulan ke sekolah yang memerlukan intervensi.

 

 

Selain itu, Dindik Jatim juga akan mengoptimalkan Learning Management System (LMS) tingkat provinsi yang menyediakan bank soal dan video pembahasan yang dapat diakses seluruh sekolah.

 

“Kami juga akan meluncurkan Jatim Learning Digital Vault, platform pembelajaran digital berisi video, bank soal, dan modul interaktif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” ungkap Aries.

 

Tak hanya itu, penerapan pembelajaran bermakna juga menjadi fokus untuk mendorong peningkatan nilai TKA. Model pembelajaran ini menekankan pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar hafalan.

 

“Pembelajaran yang mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman siswa diyakini dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar,” ujarnya.

 

Dindik Jatim juga akan memaksimalkan penggunaan media digital interaktif yang telah disediakan pemerintah sebagai sarana pendukung pembelajaran.

 

“Panel digital interaktif diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan nilai TKA tahun 2026,” pungkasnya. (ivan)