Sampah Masih Jadi Biang Kerok Banjir Surabaya, Pemkot Fokus Tuntaskan 140 Titik

pemerintahan | 09 Januari 2026 09:27

Sampah Masih Jadi Biang Kerok Banjir Surabaya, Pemkot Fokus Tuntaskan 140 Titik
Normalisasi sungai di Surabaya (dok detik)

SURABYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya mengakui persoalan sampah masih menjadi kendala utama dalam penanganan banjir. Hingga awal 2026, tercatat masih ada 140 titik rawan banjir yang menjadi pekerjaan rumah Pemkot.

 

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah, menyebut jumlah tersebut sudah menurun signifikan dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 350 titik banjir. Dilansir dari detik.com, Jumat, (9/1/2026).

 

“Yang 200 titik sudah selesai, sekarang tinggal 140 dan akan kita tuntaskan sampai 2027,” kata Hidayat, Jumat, (9/1/2026).

 

 

 

Ia menegaskan, sampah—terutama berukuran besar seperti kasur, kursi, dan sofa—sering menyumbat saluran air dan rumah pompa, sehingga memperparah banjir saat hujan deras.

 

Untuk jangka pendek, Pemkot rutin membersihkan saluran dan rumah pompa. Jangka menengah, DSDABM mengganti pintu rumah pompa manual menjadi sistem elektrik agar respons lebih cepat saat hujan. Sedangkan jangka panjang, Pemkot memperbesar daya tampung saluran hingga kawasan Greges, lengkap dengan penambahan pompa dan pintu air.

 

Pemkot juga menambah bozem di sejumlah wilayah serta mengebut proyek diversi Gunungsari–Babat Jerawat yang ditargetkan rampung tahun ini.

 

 

Sebagai upaya pencegahan, Pemkot telah menyediakan fasilitas bulky waste di TPS yang tersebar di 31 kecamatan. Warga yang membuang sampah besar sembarangan terancam sanksi tipiring, denda hingga Rp50 juta atau kurungan maksimal 6 bulan.

 

“Kunci penanganan banjir ini kerja sama masyarakat. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke saluran,” tegas Hidayat. (ivan)