Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Alam Lewat Gerakan Tanam dan Rawat Pohon

pemerintahan | 11 Januari 2026 13:58

 

Di sektor daratan, luas lahan kritis juga menurun dari 432.225 hektare pada 2018 menjadi 370.544 hektare pada 2024, mencerminkan konsistensi upaya pelestarian hutan dan lahan.

 

Selain berdampak ekologis, penanaman pohon juga dinilai memiliki nilai ekonomi melalui perdagangan karbon dan hilirisasi kehutanan. Pada 2025, Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan (NTE-KTH) Jawa Timur mencapai Rp1,63 triliun atau 48,15 persen dari total nasional.

 

Sementara Nilai Ekonomi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Jawa Timur tercatat Rp447,22 miliar atau 29,36 persen dari capaian nasional, tertinggi di Indonesia.