Eri Cahyadi Evaluasi Beasiswa Pemuda Tangguh Usai Ditemukan Penerima dari Kalangan Pejabat

pemerintahan | 21 Januari 2026 19:10

Eri Cahyadi Evaluasi Beasiswa Pemuda Tangguh Usai Ditemukan Penerima dari Kalangan Pejabat
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya (kanan). (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengevaluasi program Beasiswa Pemuda Tangguh setelah Pemerintah Kota Surabaya menemukan sejumlah penerima berasal dari kalangan pejabat dan keluarga mampu.

 

Eri menyampaikan, hasil evaluasi menunjukkan adanya praktik tidak jujur dalam proses pendaftaran beasiswa. Salah satunya dengan memanipulasi data penghasilan orang tua agar Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa menjadi tinggi dan akhirnya ditanggung oleh pemkot. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (21/1/2026).

 

“Banyak yang memalsukan data penghasilan orang tua. UKT-nya jadi tinggi dan itu dibebankan ke pemkot. Maka hari ini saya harus berani membongkar itu,” ujar Eri, Rabu, (21/1/2026).

 

 

Akibat praktik tersebut, Pemkot Surabaya menanggung beban UKT dengan nilai besar. Bahkan, ditemukan anak pejabat yang menerima bantuan hingga Rp15 juta per semester.

 

“Padahal masih banyak masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Maka sistem ini harus kita ubah,” tegasnya.

 

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surabaya memutuskan menyeragamkan bantuan Beasiswa Pemuda Tangguh menjadi Rp2,5 juta untuk dua semester. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk pengendalian agar bantuan tepat sasaran.

 

 

Menurut Eri, mahasiswa dari keluarga prasejahtera tetap akan mendapatkan perhatian khusus. Bahkan, ia memastikan pemkot siap turun langsung untuk memastikan hak mereka terpenuhi.

 

“Kalau dia dari keluarga pra sejahtera, saya yang akan datang ke kampusnya. Tapi kalau dia mampu, ya digeser. Diberi Rp2,5 juta untuk dua semester, sisanya bayar sendiri, karena mampu,” ujar Eri.

 

Ia menambahkan, proses verifikasi ulang telah dilakukan dan hasilnya menunjukkan cukup banyak anak pejabat yang sebelumnya tercatat sebagai penerima beasiswa.

 

Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi di Surabaya. Melalui skema baru tersebut, mahasiswa dari keluarga tidak mampu tetap mendapatkan bantuan UKT hingga Rp2,5 juta untuk dua semester. (ivan)