SURABAYA, PustakaJC.co - Sebanyak 2.600 tenaga pendidik di Jawa Timur mengikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang digelar secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Selasa, (20/1/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam mencetak SDM pendidik yang berkualitas dan melek digital. Menurutnya, penguatan kapasitas digital pendidik menjadi kunci dalam menghadapi percepatan transformasi teknologi. Dilansir dari jawapos.com, Rabu, (21/1/2026).
“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Pengelolaan talenta harus dimulai dari pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, dan terhubung dengan kebutuhan industri serta arah pembangunan nasional,” ujar Khofifah.
Ia menilai Jawa Timur memiliki modal besar untuk melahirkan talenta digital unggul, mulai dari jumlah penduduk yang besar, keragaman satuan pendidikan, hingga dukungan industri dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh.
Khofifah juga menekankan bahwa di era transformasi digital, pendidikan dan pengembangan SDM tidak lagi sekadar pendukung, melainkan menjadi instrumen utama pembangunan bangsa.
Hal tersebut selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kualitas SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan karakter kebangsaan yang kuat.
Menurut Khofifah, Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional merupakan langkah strategis negara karena tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan dari dunia pendidikan hingga dunia kerja.
“Program ini menjadi jawaban atas tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial (AI), dan ekonomi berbasis pengetahuan yang semakin kompetitif,” jelasnya.
Melalui program ini, peserta didik diharapkan memiliki keterampilan digital, kemampuan adaptasi, berpikir kritis, serta pemecahan masalah, sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja saat ini dan masa depan.
Khofifah menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada tumbuhnya komunitas belajar yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
“Pendidikan tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus berdampak. Pengelolaan talenta digital harus menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan, ” tegasnya. (ivan)