Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi ASN Kristiani yang dinilai konsisten mendukung visi dan misi pemerintah daerah. Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan berbasis agama dalam birokrasi, yang menjadi ukuran adalah kinerja, integritas, dan komitmen pelayanan publik.
Adhy juga menegaskan Jawa Timur sebagai provinsi yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Pemerintah daerah, kata dia, memastikan seluruh umat beragama memiliki ruang yang aman dan adil untuk menjalankan ibadah dan aktivitas keagamaannya.
“Stabilitas sosial, ekonomi, politik, dan keamanan bisa terjaga karena toleransi dan kerja sama semua pihak, mulai Pemprov Jatim, TNI-Polri, hingga elemen masyarakat dan komunitas keagamaan,”jelasnya.