Memasuki tahun 2026, Adhy menyebut pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran akibat berkurangnya transfer pusat. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menghambat program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Tahun 2026 bukan hanya tahun efisiensi, tetapi tahun kolaborasi dan penguatan pelayanan publik. Kita harus kreatif dan membuka berbagai alternatif pembiayaan melalui kerja sama dengan masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Adhy mengajak seluruh ASN Kristiani mendoakan daerah-daerah yang terdampak bencana di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Jatim, atas arahan Gubernur, telah melakukan langkah mitigasi bencana, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca.
“Semoga Jawa Timur dan Indonesia selalu diberi perlindungan, masyarakatnya hidup rukun dan sejahtera,” pungkasnya.