Optimalkan Transportasi Publik, Dishub Jatim Bidik PAD hingga Rp100 Miliar

pemerintahan | 28 Januari 2026 06:02

Optimalkan Transportasi Publik, Dishub Jatim Bidik PAD hingga Rp100 Miliar
Kadishub Jatim, Nyono. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur terus memperkuat perannya dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi layanan transportasi publik. Dua program andalan, Trans Jatim dan Trans Laut, kini menjadi motor utama peningkatan pemasukan nonpajak bagi Pemprov Jawa Timur.

 

Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengungkapkan bahwa kontribusi sektor transportasi publik terhadap PAD menunjukkan tren positif. Bahkan saat ini, Dishub Jatim tercatat sebagai penyumbang PAD terbesar kedua di lingkungan Pemprov Jatim, setelah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (28/1/2026).

 

“Target kami saat ini Rp55 miliar. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, kami optimistis ke depan bisa menembus Rp100 miliar,” ujar Nyono, Selasa, (27/1/2026).

 

 

 

Berbeda dengan Bapenda yang mengandalkan sektor pajak, Dishub Jatim fokus mengembangkan sumber pendapatan nonpajak melalui pemanfaatan aset dan layanan transportasi publik. Sejumlah terobosan dilakukan, mulai dari pemanfaatan ruang iklan di armada Trans Jatim dan Trans Laut hingga penerapan Terminal On System (TOS) di terminal milik Pemprov Jatim.

 

“Inovasi kami antara lain dari iklan di armada dan pendapatan penggunaan fasilitas terminal oleh bus angkutan umum melalui TOS,” jelas Nyono.

 

Selain itu, Dishub Jatim juga mengoptimalkan operasional Trans Laut yang melayani kawasan Paciran dan Banyuwangi. Dari berbagai skema tersebut, Dishub Jatim mampu menghimpun pendapatan sekitar Rp1 miliar.

 

“Alhamdulillah, dari iklan Trans Jatim, Trans Laut, serta TOS di terminal, kami bisa memperoleh sekitar Rp1 miliar,” tambahnya.

 

 

 

Untuk Terminal On System, saat ini masih dilakukan uji coba di lima terminal milik Pemprov Jatim. Jika berjalan optimal, sistem tersebut akan diterapkan di seluruh 29 terminal aset pemerintah provinsi.

 

“Kalau uji coba berjalan baik, TOS akan kami berlakukan di 29 terminal milik Pemprov Jatim,” tegas Nyono.

 

Sementara itu, pengembangan layanan Trans Jatim terus dilakukan secara bertahap, baik dari sisi penambahan armada maupun perencanaan rute baru, termasuk rute yang mendekati pusat-pusat wisata. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat sekaligus mendongkrak PAD.

 

“Keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan. Namun jika ada tambahan anggaran, pengembangan Trans Jatim di wilayah Gerbangkertosusila bisa direalisasikan,” ujarnya.

 

 

 

Terkait usulan pembukaan rute Gadang–Kepanjen, Dishub Jatim masih melakukan kajian mendalam. Permintaan tersebut juga menjadi perhatian karena telah disampaikan langsung oleh Bupati Malang.

 

“Masih kami kaji secara serius, termasuk permintaan dari Bupati Malang agar rute tersebut bisa segera direalisasikan,” pungkas Kadishub Jatim ini. (ivan)