SURABAYA, PustakaJC.co – Kekosongan tujuh jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapat sorotan serius DPRD Jatim. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat percepatan kinerja pemerintahan periode kedua Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono, meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim segera menuntaskan pengisian jabatan strategis tersebut. Menurutnya, ketergantungan pada pelaksana tugas (Plt) tidak bisa dibiarkan berlarut. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (4/1/2026).
“Tidak bisa terus-menerus pakai Plt. Ini jabatan strategis. Kalau dibiarkan kosong atau hanya diisi sementara, ritme kerja OPD pasti tidak maksimal,” tegas Budiono, Selasa, (3/2/2026).
Ia menilai, periode kedua kepemimpinan Khofifah membutuhkan percepatan eksekusi kebijakan serta soliditas birokrasi. Kekosongan jabatan justru berisiko memperlambat pengambilan keputusan dan mengganggu pelaksanaan program prioritas daerah.
Berdasarkan data, sejumlah jabatan yang masih kosong antara lain Kepala Bappeda Jatim yang saat ini dijabat Plt M Yasin, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air oleh Plt I Nyoman Gunadi, serta Kepala Dinas Perkebunan oleh Plt Heru Suseno.
Selain itu, posisi Kepala Bakorwil Pamekasan juga belum terisi. Bahkan, dua jabatan Staf Ahli Gubernur dan posisi Asisten III Setdaprov Jatim masih kosong tanpa pelaksana tugas.
“Kondisi ini tidak ideal. OPD harus punya pimpinan definitif agar kebijakan bisa dieksekusi cepat dan tepat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni memastikan pengisian jabatan akan segera dilakukan. Ia menyebut Gubernur Khofifah telah menginstruksikan rotasi dan pengisian jabatan dalam waktu dekat.
“Nanti pengisiannya akan melihat perkembangan, apakah melalui uji kompetensi atau seleksi terbuka. Jika seleksi terbuka, maka diisi dari Eselon III melalui mekanisme open bidding,” ujar Indah.
BKD Jatim juga akan menerapkan manajemen talenta berbasis kompetensi agar pejabat yang terpilih sesuai kebutuhan organisasi.
“Kita akan melihat manajemen talenta sesuai talent DNA,” pungkasnya. (ivan)