200 Becak Listrik Disalurkan untuk Pengemudi Becak Lamongan, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

pemerintahan | 04 Februari 2026 09:48

200 Becak Listrik Disalurkan untuk Pengemudi Becak Lamongan, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan
200 Becak Listrik Diterima Pengemudi Becak Lamongan. (dok kominfo)

 

 

LAMONGAN, PustakaJC.co – Sebanyak 200 becak listrik resmi diserahkan kepada pengemudi becak di Kabupaten Lamongan. Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Lokatantra, Selasa, (3/2/2026), sebagai bagian dari upaya modernisasi transportasi rakyat.

 

Bantuan tersebut berasal dari dana pribadi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak, khususnya yang telah berusia lanjut. Dilansir dari kominfojatim.gp.id, Rabu, (4/1/2026).

 

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, becak listrik tidak hanya meringankan beban kerja pengemudi, tetapi juga berpotensi meningkatkan penghasilan keluarga.

 

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat, khususnya pengemudi becak. Selain itu, becak listrik juga dapat menjadi ikon baru pariwisata ramah lingkungan di Lamongan,” ujar Yuhronur Efendi.

 

 

 

Selain mendukung aspek ekonomi, keberadaan becak listrik dinilai sejalan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kendaraan ini beroperasi tanpa emisi karbon dan minim kebisingan sehingga dinilai cocok digunakan di kawasan wisata.

 

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga berkomitmen memantau operasional serta perawatan becak listrik. Penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) direncanakan guna menunjang keberlanjutan penggunaan kendaraan tersebut.

 

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha GSN, Firman Dahlan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pengemudi becak. Secara teknis, becak listrik memiliki kecepatan maksimal 15 km per jam dengan jarak tempuh hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian daya.

 

Penerima bantuan difokuskan kepada pengemudi becak kayuh yang berusia di atas 55 tahun. Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitas sekaligus meningkatkan taraf hidup para pengemudi becak di Lamongan. (ivan)