Untuk memperkuat akurasi, Kementerian Sosial juga mendorong partisipasi masyarakat melalui kanal usul-sanggah, mulai dari call center 171 yang beroperasi 24 jam, layanan WhatsApp 08877-171-171, hingga fitur pada Aplikasi Cek Bansos.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita harus terbuka. Masyarakat dilibatkan untuk mengoreksi dan memperbaiki data, bukan hanya menjadi penerima,” ujar Gus Ipul.
Selain itu, pemerintah memperluas digitalisasi penyaluran bansos berbasis DTSEN. Program ini tengah diuji coba di 40 kabupaten/kota dan satu provinsi, setelah sebelumnya dipilotkan di Banyuwangi dengan melibatkan lintas kementerian dan lembaga.
Hasil evaluasi di Banyuwangi menunjukkan penggunaan data lama menyebabkan tingkat ketidaktepatan sasaran mencapai 77 persen. Setelah menggunakan DTSEN yang dimutakhirkan, angka tersebut turun menjadi 28 persen.