“Ini bukti akurasi data sangat menentukan. Target ke depan, tingkat kesalahan bisa ditekan hingga di bawah 10 persen,” kata Gus Ipul.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode itu menambahkan, hingga Januari 2026, DTSEN mencakup sekitar 289 juta data individu yang dikelompokkan dalam 10 desil kesejahteraan. Data tersebut merupakan hasil penggabungan Regsosek, DTKS, dan P3KE yang terintegrasi dengan data kependudukan.
Gus Ipul optimistis, dengan data yang akurat dan peran aktif pemerintah desa, program perlindungan sosial akan lebih tepat sasaran dan mampu mendorong pengentasan kemiskinan secara terukur dan berkeadilan.
Sementara itu, saat sosialisasi di Kabupaten Tuban, Mensos Saifullah Yusuf mendapat kepastian Pemkab Tuban telah mengembangkan Program Tuban Satu Data sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Program ini memuat data penerima bantuan secara detail, mulai dari NIK, alamat, hingga jenis bantuan yang diterima, sehingga memungkinkan intervensi yang lebih spesifik.
Bupati Tuban Linda menyatakan Pemkab Tuban akan menyinkronkan Tuban Satu Data dengan DTSEN. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ivan)
l