Sementara itu, Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda menyampaikan terima kasih atas kesempatan pembelajaran tersebut. Ia menilai banyak praktik baik Jepang yang dapat direplikasi di Jawa Timur, terutama dalam pemanfaatan teknologi penginderaan cerdas untuk memperkuat mitigasi.
“Kami berharap pelatihan seperti ini bisa berlanjut secara rutin, termasuk dengan tema penguatan evakuasi bencana,” ujarnya.
Selain mengikuti pameran, delegasi Jatim juga melakukan studi banding ke BPBD Prefektur Saitama, fasilitas pengolahan air di Kota Misato, serta pusat edukasi kebencanaan Sona Area di Tokyo.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam membangun sistem kebencanaan yang lebih tangguh, adaptif, dan berbasis pencegahan di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi dan geologi di wilayah tersebut. (ivan)