Irham juga mempertanyakan waktu rilis data ketenagakerjaan pada November 2025. Ia menduga peningkatan serapan tenaga kerja pada periode tersebut dipengaruhi percepatan belanja negara di akhir tahun, mengingat BPS biasanya merilis data ketenagakerjaan melalui Sakernas Februari dan Agustus.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja. Pada periode Agustus–November 2025, sektor akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, serta perdagangan mencatat pertumbuhan tenaga kerja tertinggi. Proporsi pekerja formal juga meningkat menjadi 42,30 persen.
Meski demikian, kualitas dan keberlanjutan lapangan kerja di tengah perlambatan sektor padat karya dinilai masih menjadi pekerjaan rumah serius pemerintah. (ivan)