SURABAYA, PustakaJC.co - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menemui Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhi Karyono di Surabaya, Selasa (10/2/2026). Pertemuan tersebut membahas dukungan Kementerian PU dalam memperkuat pembangunan dan penanganan infrastruktur strategis di Jawa Timur.
Dalam pertemuan itu, Menteri Dody menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung kebutuhan infrastruktur daerah, khususnya pada sektor pengendalian banjir dan konektivitas perkotaan. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (11/2/2026).
“Beberapa kali kita diskusikan apa yang bisa kita bantu untuk memperkuat Jawa Timur. Ada sejumlah masukan dari Pak Sekda, termasuk penanganan Kali Lamong, dan itu akan terus kita support,” kata Dody.
Terkait penanganan Kali Lamong, Menteri Dody menginstruksikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo agar intensif berkoordinasi dengan Dinas PU setempat. Langkah penanganan yang direncanakan meliputi perbaikan pintu air serta normalisasi alur Sungai Bengawan Solo guna mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar.
Selain isu pengendalian banjir, pertemuan tersebut juga membahas rencana pembangunan Flyover Taman Pelangi di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Menteri Dody menjelaskan, proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi Detail Engineering Design (DED) oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Pembangunan fisik flyover direncanakan mulai tahun 2026 melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD),” jelasnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhi Karyono menyampaikan apresiasi atas perhatian dan inisiatif Menteri PU yang secara langsung membahas berbagai persoalan infrastruktur di daerah. Menurutnya, sejumlah isu struktural telah dibicarakan, terutama yang berkaitan dengan kewenangan balai-balai di bawah Kementerian PU.
“Persoalan struktural infrastruktur tadi sudah dibahas, khususnya yang menyangkut kewenangan balai-balai Kementerian PU. Alhamdulillah beliau sangat memperhatikan dan terbuka. Dalam waktu dekat kami juga akan menyusun proyek-proyek strategis yang diperlukan Jawa Timur,” ujar Adhi. (ivan)