SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam siaran radio harus tetap menjunjung tinggi etika dan integritas agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Penegasan tersebut disampaikan Khofifah dalam peringatan Hari Radio Sedunia 2026 yang digelar di Surabaya, Jumat, (13/2/2026). Ia menilai radio masih memiliki peran strategis sebagai ruang dialog publik yang menghadirkan edukasi, kedekatan sosial, serta memperkuat kohesi masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.
“Radio bukan sekadar medium penyiaran, tetapi ruang komunikasi publik yang membangun kepercayaan. Di era digital, radio tetap relevan karena mampu menghadirkan informasi yang akurat, terutama dalam kondisi darurat dan bagi masyarakat di wilayah terpencil,” ujar Khofifah, Dikutip dari antaranews.com, Sabtu, (14/2/2026).
Menurutnya, kehadiran teknologi AI membuka peluang besar bagi dunia penyiaran radio, mulai dari pengolahan data pendengar, penguatan konten edukatif, personalisasi siaran, hingga percepatan distribusi informasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab etis.
“AI dapat meningkatkan kreativitas dan efisiensi penyiaran. Tetapi kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui integritas manusia di balik teknologi tersebut. Etika, akurasi, dan keberimbangan informasi tidak boleh ditinggalkan,” katanya.