Kemendikdasmen dan LAN RI Apresiasi Expo SMK Jatim, Transaksi Tembus Rp3,074 Miliar

pemerintahan | 18 Februari 2026 03:18

Kemendikdasmen dan LAN RI Apresiasi Expo SMK Jatim, Transaksi Tembus Rp3,074 Miliar
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kompetensi siswa SMK yang dinilai memiliki talenta luar biasa setelah berhasil mencatatkan transaksi lebih dari Rp3 miliar dalam ajang Expo dan Expose SMK Hebat Jatim 2026.

SURABAYA, PustakaJC.co – Produk karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Timur mencatat transaksi penjualan hingga Rp3,074 miliar dalam gelaran Expo dan Expose Hebatnya SMK Jatim 2026 di Grand City Convex Surabaya. Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi sekaligus validasi pasar terhadap kompetensi siswa.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa transaksi miliaran rupiah tersebut menunjukkan lulusan SMK memiliki talenta dan daya saing tinggi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Dilasir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (18/2/2026).

 

“Ini bukan sekadar pameran, tetapi pembuktian. Ketika produk siswa laku di pasar hingga miliaran rupiah, berarti talenta mereka hebat dan dibutuhkan,” ujarnya saat menutup expo, Sabtu, (14/2/2026).

 

 

 

Menurut Khofifah, expo menjadi etalase inovasi yang membuka peluang masa depan generasi vokasi. Berbagai produk yang dipamerkan, mulai dari peternakan, perikanan, hingga manufaktur, membuktikan teaching factory SMK Jatim mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi.

 

Ia mencontohkan, sejumlah komponen industri strategis seperti sparepart produksi PT Pindad juga melibatkan hasil karya SMK. Selain itu, inovasi di bidang perikanan, peternakan, dan teknologi menunjukkan kesiapan lulusan SMK dalam menjawab kebutuhan industri.

 

Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha. Menurutnya, kemitraan tersebut akan meningkatkan employability lulusan sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi berbasis kebutuhan pasar.

 

 

 

“Validasi pasar ini membentuk mental entrepreneur siswa. Mereka tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga memahami nilai ekonomi dan keberlanjutannya,” tegas Khofifah.

 

Apresiasi juga datang dari Sekretaris Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Andi Taufik. Ia menilai inovasi SMK di Jawa Timur telah menjadi budaya pembelajaran yang kuat dan relevan dengan target peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

 

“Inovasi SMK di Jawa Timur sudah menjadi budaya. Kreativitas guru dan siswa menjadi bukti pendidikan vokasi berjalan efektif dan berdampak nyata,” katanya.

 

 

Hal senada disampaikan Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Arie Wibowo Khurniawan. Ia menyebut pendidikan kejuruan merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan SMK Jatim telah membuktikan kontribusinya melalui produk yang terserap pasar.

 

“SMK Jatim tidak hanya teori, tetapi sudah menghasilkan produk yang menjawab kebutuhan industri. Ini menunjukkan pendidikan vokasi berjalan sesuai arah pembangunan nasional,” ujar Gubernur Jatim itu. 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan expo ini menjadi bukti bahwa SMK Jatim telah naik kelas. Selain menampilkan produk unggulan, kegiatan ini juga diisi dengan business matching dan penandatanganan kerja sama dengan berbagai perusahaan nasional.

 

Expo tahun ini diikuti 269 SMK negeri dan swasta selama tiga hari. Selain mencatat transaksi miliaran rupiah, kegiatan juga diwarnai penandatanganan kerja sama industri, peluncuran aplikasi pendidikan, serta pemberian penghargaan kepada sekolah dengan capaian transaksi dan inovasi terbaik.

 

Capaian tersebut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi terbesar di Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja. (ivan)