PASURUAN, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan tali asih senilai Rp7.735.250.000 kepada masyarakat di Kabupaten Pasuruan. Bantuan tersebut menyasar ribuan penerima manfaat, mulai dari keluarga miskin, penyandang disabilitas, hingga penguatan ekonomi desa.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat melalui program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (18/2/2026).
“Semoga bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya secara bijak dalam rangka pengentasan kemiskinan, meningkatkan kemandirian dan kewirausahaan dengan didukung oleh pilar-pilar sosial yang ada di Jawa Timur,” ujar Khofifah, Selasa, (17/2/2026).
Penyaluran bansos terbesar berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) Plus yang diberikan kepada 1.747 keluarga. Masing-masing keluarga menerima bantuan Rp2 juta dengan total anggaran lebih dari Rp3,494 miliar.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 1.503 warga kategori miskin ekstrem, masing-masing menerima Rp1,5 juta dengan total nilai Rp2,254 miliar.
Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan kepada 83 penyandang disabilitas dengan nilai Rp3,6 juta per orang. Sementara itu, Program KIP Putri Jawara diberikan kepada 100 penerima, masing-masing sebesar Rp3 juta.
Adapun bantuan Kewirausahaan Inklusif dan Produktif bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (KIP PPKS Jawara) disalurkan kepada 10 penerima dengan nilai Rp3 juta per orang sebagai modal usaha produktif.
Selain bantuan kepada individu, Pemprov Jatim juga memberikan tali asih kepada 182 pilar sosial yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping disabilitas, serta SDM PKH Plus.
Bantuan zakat produktif juga disalurkan kepada 30 penerima, masing-masing sebesar Rp500 ribu yang bersumber dari BUMD Provinsi Jatim.
Tidak hanya itu, dukungan terhadap penguatan ekonomi desa juga menjadi prioritas melalui bantuan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebesar Rp100 juta untuk masing-masing tiga desa. Program Desa Berdaya juga diberikan kepada dua desa dengan nilai yang sama.
Sementara itu, Program Jatim Puspa turut menyasar tiga desa dengan total bantuan mencapai Rp441.350.000.
Khofifah menegaskan, bantuan sosial tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Penyaluran bansos ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim dalam memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan, khususnya di wilayah yang masih memiliki tingkat kerentanan ekonomi tinggi seperti Kabupaten Pasuruan. (ivan)