Tidak hanya fokus pada capaian jangka pendek, Dinas Kehutanan Jatim juga memastikan keberlanjutan kinerja melalui sistem kerja terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi berkala seluruh program dan layanan, pembinaan berjenjang dari pimpinan hingga petugas lapangan, serta integrasi penilaian kinerja dalam sistem kerja harian.
“Budaya kinerja kami bangun secara konsisten, bukan hanya saat penilaian tahunan, tetapi menjadi bagian dari sistem kerja sehari-hari,” kata Jumadi.
Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, implementasi Buddy System dan Human Capital Academy terbukti meningkatkan kompetensi ASN kehutanan. Keberhasilan tersebut tercermin dari prestasi nasional penyuluh kehutanan Jawa Timur dalam ajang Wana Lestari selama empat tahun berturut-turut, yaitu Sri Asih sebagai Terbaik I Penyuluh Kehutanan PNS tahun 2021, Yanti Dwi Terbaik II tahun 2022, Wiwin Yuliari Terbaik III tahun 2023, dan Zainur Terbaik I tahun 2024.
Selain itu, nilai transaksi ekonomi kelompok perhutanan sosial Jawa Timur tercatat tertinggi nasional selama empat tahun berturut-turut, dengan tren peningkatan signifikan dari Rp37,6 miliar pada 2022, Rp189,2 miliar pada 2023, Rp623,5 miliar pada 2024, hingga mencapai Rp1,6 triliun pada 2025. Capaian ini menunjukkan keberhasilan program pendampingan dan hilirisasi kehutanan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian daerah juga terus meningkat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) subkategori kehutanan dan penebangan kayu Jawa Timur tercatat tertinggi di Pulau Jawa selama enam tahun berturut-turut. Selain itu, efektivitas pengelolaan kawasan konservasi Tahura R. Soerjo juga meraih peringkat tertinggi nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Penguatan tata kelola berbasis data menjadi faktor penting dalam capaian tersebut. Kualitas data sebesar 92,02 persen telah terintegrasi dalam seluruh siklus manajemen pemerintahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan. Pada 2025, realisasi anggaran mencapai Rp205,9 miliar atau 97,96 persen dari total pagu Rp210,19 miliar, dengan capaian kinerja 100 persen dan nilai SAKIP sebesar 90,22 atau kategori AA.