SURABAYA, PustakaJC.co – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 menuju Provinsi Jawa Timur. Angka tersebut berpotensi meningkat, mengingat tren realisasi mudik tahun sebelumnya melampaui hasil survei awal.
Proyeksi itu disampaikan Dudy saat rapat persiapan angkutan Lebaran bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, (20/2/2026).
“Kami melakukan survei, ada hampir 144 juta orang yang melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” ujar Dudy, dikutip dari suarasurabaya.net, Sabtu, (21/2/2026).
Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik, pemerintah akan mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran pada 13–29 Maret 2026. Posko ini bertugas memantau dan mengoordinasikan seluruh moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara hingga kereta api.
Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, seperti contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi mengalami kepadatan. Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas juga akan diberlakukan, kecuali untuk pengangkut kebutuhan pokok dan energi.
Sebagai langkah tambahan, pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret 2026 untuk arus mudik dan 25–26 Maret 2026 untuk arus balik. Kebijakan ini diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada waktu tertentu.
“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” kata Dudy.
Terkait perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, pemerintah juga akan menghentikan sementara penyeberangan menuju Pulau Bali. Sistem penundaan perjalanan dan buffer zone disiapkan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan.
Sementara itu, Khofifah memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik.
“Kita membangun sinergi sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat dan membahagiakan,” tegasnya. (ivan)