Khofifah Sampaikan Terima Kasih Raja Salman atas Hadiah Buka Puasa untuk Warga Jatim, Pecahkan Rekor MURI

pemerintahan | 23 Februari 2026 15:28

Khofifah Sampaikan Terima Kasih Raja Salman atas Hadiah Buka Puasa untuk Warga Jatim, Pecahkan Rekor MURI
Gubernur Khofifah bersama Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi, Atase Keagamaan Kedutaan Saudi Arabia. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas hadiah buka puasa bagi ribuan masyarakat Jawa Timur di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Sabtu, (21/2/2026).

 

Khofifah mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kecintaan pemerintah Arab Saudi kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur. Dilansi dari kominfo.go.id, Senin, (23/2/2026).

 

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Atase Keagamaan Kedutaan Saudi Arabia, dan mohon disampaikan terima kasih kami kepada Raja Salman dan Pangeran Mahkota yang telah memberikan sapaan buka puasa kepada kita,” kata Khofifah.

 

 

 

Ia juga menyebut Arab Saudi memberikan kehormatan bagi Indonesia, khususnya Jawa Timur, dengan mengizinkan penyiapan Kampung Haji di Mekkah.

 

Menurut Khofifah, momentum Ramadan ini diharapkan semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan masyarakat.

 

“Semoga puasa, tarawih, dan tadarus kita diterima Allah SWT, serta Ramadan ini meningkatkan ketakwaan kita,” ujarnya.

 

 

 

Atase Keagamaan Kedutaan Arab Saudi, Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi, menegaskan Raja Salman dan Mohammed bin Salman memiliki kecintaan besar kepada rakyat Indonesia.

 

“Raja Salman dan Putra Mahkota sangat mencintai warga Indonesia. Karena itu diberikan hadiah berupa buka puasa, kurma istimewa, dan mushaf Al-Qur’an dari Madinah,” katanya.

 

Acara buka puasa tersebut juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan sajian 12.000 porsi kurma, 20.741 porsi nasi kebuli, serta pembacaan 99 Asmaul Husna oleh 18.000 peserta secara serentak.

 

 

 

Selain itu, kegiatan juga diwarnai apresiasi kepada para penghafal Al-Qur’an dan komunitas pembaca Al-Qur’an bahasa isyarat, menunjukkan semangat inklusivitas Ramadan.

 

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya KH Muhammad Ali Aziz mengajak jamaah memperkuat optimisme di bulan suci.

 

“Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Kebahagiaan dunia dan akhirat dapat diraih dengan memperbanyak sholawat, tidak pelit, dan peka terhadap panggilan adzan,” ujarnya.

 

Momentum ini menjadi simbol kuat ukhuwah Islamiyah antara masyarakat Jawa Timur dan Kerajaan Arab Saudi, sekaligus memperkuat syiar Islam di bulan Ramadan. (ivan)