Khofifah–Sherly Laos Perkuat SPBE dan Reformasi ASN, Grahadi Jadi Pusat Kolaborasi Antarprovinsi

pemerintahan | 28 Februari 2026 18:15

Khofifah–Sherly Laos Perkuat SPBE dan Reformasi ASN, Grahadi Jadi Pusat Kolaborasi Antarprovinsi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, (28/2/2026). Pertemuan ini membahas penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), reformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga perluasan kerja sama perdagangan antardaerah.

 

Khofifah menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan langkah konkret memastikan setiap kerja sama berjalan dalam kerangka pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dilansir  dari antaranews.com, Sabtu, (28/2/2026).

 

“Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi memastikan bahwa setiap kerja sama dibangun dalam kerangka pembangunan yang terintegrasi. Kami di Jawa Timur menempatkan proyek perubahan sebagai instrumen untuk memastikan setiap kebijakan berdampak sistemik dan berkelanjutan,” ujar Khofifah.

 

 

 

Menurutnya, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya, termasuk retret kepala daerah dan misi dagang Jawa Timur ke Maluku Utara yang telah menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman antarperangkat daerah.

 

Khofifah menjelaskan, proyek perubahan yang lahir dari pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ASN, seperti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (PIM) I dan PIM II, menjadi motor inovasi dalam transformasi tata kelola pemerintahan.

 

“Pembangunan tidak boleh parsial. Harus terintegrasi, lintas sektor, dan berbasis penguatan kapasitas SDM. Karena itu, peningkatan kualitas aparatur menjadi prioritas, agar setiap program benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

 

 

 

Selain tata kelola pemerintahan, kerja sama ekonomi juga menjadi fokus pembahasan. Jawa Timur mendorong optimalisasi perdagangan antardaerah melalui konektivitas tol laut guna memperluas pasar komoditas dan memperkuat ekosistem ekonomi nasional.

 

“Produk-produk Maluku Utara harus kita bantu menemukan pasar yang lebih luas. Dengan konektivitas, termasuk tol laut, kita bisa menciptakan ekosistem perdagangan yang saling menguatkan,” kata Khofifah.

 

Ia juga menyoroti integrasi pembangunan dalam penanganan kawasan permukiman kumuh melalui sinergi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

 

 

Di bidang pengembangan SDM, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur dipercaya oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan nasional, sekaligus menjalin kerja sama internasional, termasuk dengan Singapura, dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

 

Tak hanya itu, Jawa Timur juga mendorong hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan, termasuk pengembangan alpukat Malang sebagai komoditas ekspor potensial. Di sektor peternakan, keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari menjadi salah satu pilar peningkatan kualitas genetik ternak nasional.

 

Sementara itu, Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Jawa Timur dan menyebut kepemimpinan Khofifah sebagai referensi penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan.

 

“Terima kasih Ibu Khofifah. Bagi saya, Ibu Khofifah selalu menjadi mentor. Hari ini saya membawa tim dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara ke Jawa Timur untuk belajar, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM melalui BPSDM,” ujarnya.

 

 

 

Ia menambahkan, sistem pembangunan terintegrasi yang diterapkan Jawa Timur menjadi model yang ingin diadopsi Maluku Utara, terutama dalam memastikan proyek perubahan ASN benar-benar berdampak bagi masyarakat.

 

Sherly berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi berlanjut melalui pendampingan teknis, pertukaran praktik terbaik, serta penguatan kapasitas ASN secara berkelanjutan. (ivan)