Khofifah Integrasikan Pasar Murah Ramadhan dengan Produk UMKM Lokal, Harga Sembako Turun Drastis

pemerintahan | 02 Maret 2026 04:14

Khofifah Integrasikan Pasar Murah Ramadhan dengan Produk UMKM Lokal, Harga Sembako Turun Drastis
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasar murah Ramadhan. (dok antara)

BANYUWANGI, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan pasar murah Ramadhan tidak hanya bertujuan menekan harga kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

 

Menurut Khofifah, integrasi pasar murah dengan produk UMKM diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara stabilisasi harga, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (2/4/2026).

 

“Dengan intervensi ini diharapkan menjadi konvergensi antara stabilisasi harga, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal selama Ramadhan,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima di Banyuwangi, Minggu, (1/3/2026).

 

 

Pemprov Jawa Timur menggelar pasar murah secara bergilir di seluruh kabupaten/kota sebagai langkah strategis mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pasar murah juga memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau.

 

Khofifah menegaskan, lokasi pasar murah sengaja ditempatkan di kawasan permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Kebijakan ini diambil agar pasar murah tidak menjadi pesaing pedagang tradisional, melainkan memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok murah.

 

“Lokasi pasar murah lebih dekat dengan komunitas permukiman masyarakat supaya keterjangkauannya lebih maksimal,” katanya.

 

 

Momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri diketahui selalu diikuti peningkatan kebutuhan rumah tangga. Karena itu, intervensi pasar murah dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Sejumlah komoditas dijual jauh di bawah harga pasar. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, dan beras SPHP Rp55.000 per kemasan 5 kilogram.

 

Harga daging ayam yang di pasaran mencapai Rp42.000 per kilogram, di pasar murah hanya Rp30.000 per kilogram. Telur ayam dijual Rp22.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar sekitar Rp30.000 per kilogram.

 

 

Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.

 

Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri. (ivan)