SURABAYA, PustakaJC.co – Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatatkan komitmen transaksi final sebesar Rp5,744 triliun. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang pelaksanaan misi dagang periode 2019–2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, hingga penutupan pukul 17.00 WIB, total komitmen transaksi berhasil menembus Rp5,7 triliun. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (3/3/2026).
“Di antara 50 perjalanan misi dagang kami, ini adalah yang tertinggi dari seluruh transaksi yang pernah kita capai,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin, (2/3/2026).
Total transaksi Misi Dagang Jatim–DKI di Jakarta tercatat Rp5.744.955.800.000. Angka ini jauh melampaui capaian misi dagang Jatim–Jakarta tahun 2021 yang sebesar Rp750,44 miliar.
Dari total tersebut, nilai penjualan Jawa Timur ke DKI Jakarta mencapai Rp5,615 triliun. Sementara pembelian Jatim dari DKI Jakarta sebesar Rp129,6 miliar dengan komoditas utama daging sapi.
Sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur yang ditransaksikan meliputi daging unggas, anak ayam, ternak ayam, biji kopi, fillet dori, olahan seafood dan daging, susu, telur ayam, gula kristal putih, pakan ikan, bantal guling, rokok, produk fashion dan tekstil, saus, kecap, bumbu, batik tulis, kayu gergajian, ikan hias koi dan koki, cerutu hingga domba.
Khofifah menegaskan, sinergi antara Jawa Timur dan DKI Jakarta sebagai dua provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia diyakini mampu memperkuat ekonomi nasional.
“Ini artinya sinergi di antara provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pertama dan kedua di Indonesia, Insya Allah akan memberi penguatan pada pertumbuhan ekonomi dan penyejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, misi dagang yang menjadi agenda rutin ini memfasilitasi pertemuan penjual dan pembeli melalui skema Government to Business (G to B) dan Business to Business (B to B), sehingga arus informasi pasar lebih akurat dan peluang kesepakatan bisnis semakin besar.
“Jakarta adalah pintu pembuka market yang lebih luas, tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri. Partnership antar pelaku usaha sangat penting untuk membangun sinergi dan kolaborasi,” tuturnya.
Berdasarkan data perdagangan antarwilayah tahun 2024, total nilai perdagangan Jawa Timur dengan DKI Jakarta mencapai Rp89,21 triliun. Rinciannya, nilai beli dari Jakarta sebesar Rp75,95 triliun dan nilai jual ke Jakarta Rp14,16 triliun.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat 5,33 persen kumulatif (c-to-c) dan 5,85 persen tahunan (yoy), dengan PDRB ADHB sebesar Rp3.403,17 triliun serta kontribusi 14,40 persen terhadap PDB nasional.
Selama periode 2019–2026, Jawa Timur telah menggelar 49 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi Rp30,50 triliun dari 2.153 transaksi yang melibatkan 2.410 pelaku usaha. Sementara enam kali misi dagang luar negeri periode 2022–2025 menghasilkan potensi transaksi Rp5,896 triliun.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto turut mengapresiasi penyelenggaraan misi dagang tersebut.
“Atas arahan Bapak Gubernur, beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi dilaksanakan di bulan Ramadhan yang akan memberi manfaat bukan hanya bagi warga Jakarta, tetapi juga Jawa Timur,”ujarnya. (ivan)