Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Pengembangan Fasilitas Ekspor Semen Rp1,4 Triliun di Tuban

pemerintahan | 08 Maret 2026 10:14

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Pengembangan Fasilitas Ekspor Semen Rp1,4 Triliun di Tuban
Wapres Gibran tinjau Tinjau pengembangan fasilitas ekspor Pabrik Solusi Bangun Indonesia di Tuban. (dok jatimpos)

 

TUBAN, PustakaJC.co – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung proyek pengembangan fasilitas dermaga dan produksi milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Proyek ini digadang menjadi penguat kapasitas ekspor industri semen nasional ke pasar global.

 

Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Ia menyampaikan dukungannya agar industri domestik semakin berperan dalam persaingan internasional, dengan tetap menjaga standar lingkungan dan keberlanjutan. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (8/3/2026).

 

“Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan berkelanjutan dan rendah emisi, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara,” ujar Gibran, Jumat, (6/3/2026).

 

 

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, menjelaskan proyek tersebut merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation. Kerja sama yang dimulai pada 2021 ini mencakup peningkatan ekspor, riset dan pengembangan produk berkelanjutan, serta pertukaran teknologi.

 

Dengan nilai investasi sekitar Rp1,4 triliun, proyek ini mencakup pengembangan fasilitas dermaga dan produksi di pabrik Tuban. Salah satu peningkatan signifikan adalah kapasitas terminal khusus yang diperbesar dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT.

 

Pengembangan tersebut dilakukan melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan dermaga yang sudah ada. Di sisi produksi, perusahaan juga membangun fasilitas baru seperti blending silo berkapasitas 8.000 ton, clinker silo 15.000 ton, serta dua cement silo masing-masing berkapasitas 18.000 ton.

 

 

Untuk mendukung distribusi, proyek ini juga dilengkapi sistem transportasi berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam untuk memuat semen curah ke kapal ekspor.

 

Menurut Rizki, pembangunan fasilitas tersebut saat ini telah mencapai 99 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Pada tahap awal, fasilitas ini diproyeksikan mampu mengekspor sekitar 450 ribu ton semen tahun ini, dengan potensi kapasitas hingga 1 juta ton per tahun.

 

“Dalam sinergi bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan kerja sama dengan Taiheiyo, fasilitas ini akan memperkuat kapasitas industri nasional untuk menjangkau pasar global, sekaligus meningkatkan utilisasi di tengah perlambatan pasar domestik,” kata Rizki.

 

 

 

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga mengapresiasi upaya perusahaan dalam mendukung transisi menuju industri hijau. Salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif yang dikelola divisi pengelolaan limbah ramah lingkungan perusahaan, Nathabumi.

 

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya dekarbonisasi industri menuju target Net Zero Emission 2050. (ivan)