Khofifah Percepat Penanganan Truk ODOL, Targetkan Jatim Zero ODOL 2027

pemerintahan | 09 Maret 2026 09:23

Khofifah Percepat Penanganan Truk ODOL, Targetkan Jatim Zero ODOL 2027
truk ODOL di area Pelabuhan Tanjung Perak. (dok jawapos)

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan percepatan penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) sebagai langkah menuju target Jawa Timur Zero ODOL 2027.

 

Menurut Khofifah, keberadaan truk ODOL tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berdampak serius terhadap kerusakan jalan, meningkatnya risiko kecelakaan, hingga menghambat distribusi logistik nasional. Dilansir dari jawapos.com, Senin, (8/3/2026).

 

“Kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih ini meningkatkan risiko kecelakaan serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan,” kata Khofifah di Surabaya, Sabtu (7/3).

 

 

Ia menjelaskan, kerusakan jalan akibat kendaraan ODOL membuat anggaran perbaikan infrastruktur meningkat. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi barang serta efektivitas berbagai program pemerintah, termasuk Rencana Aksi Keselamatan (RAK).

 

“Di tengah penguatan logistik nasional, ODOL justru menjadi penghambat. Kerusakan jalan akibat beban berlebih bisa memengaruhi efektivitas distribusi dan keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.

 

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan fasilitas normalisasi dimensi kendaraan bagi pemilik truk. Pemprov juga menyiapkan dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan, khususnya bagi sopir yang juga menjadi pemilik kendaraan namun belum mampu melakukan normalisasi secara mandiri.

 

Proses pengukuran kendaraan dilakukan di Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur di Jalan Menanggal, Surabaya. Dari 238 unit kendaraan yang diperiksa, sebanyak 160 unit telah dilakukan normalisasi sesuai spesifikasi teknis kendaraan.

 

“Ini bagian dari ikhtiar bersama dalam normalisasi kendaraan ODOL. Insyaallah jika kita bergerak bersama, Jawa Timur bisa mencapai zero ODOL pada 2027,” ujarnya.

 

 

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemprov Jatim terhadap program nasional Zero ODOL 2027 yang dikoordinasikan pemerintah pusat.

 

“Proses normalisasi difasilitasi Pemprov Jatim melalui dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan. Mari kita teruskan agar target zero ODOL 2027 bisa tercapai,” pungkas Khofifah. (ivan)

 

Berikut tagar yang bisa dipakai untuk berita tersebut (huruf kecil, dipisah koma dan spasi):