SURABAYA, PustakaJC.co - Memasuki 17 Ramadan yang diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur mengajak umat Islam menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat untuk kembali menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan sekadar bacaan ritual.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali pada malam 17 Ramadan merupakan simbol hadirnya cahaya ilahi yang menerangi kehidupan manusia.
“Peristiwa turunnya Al-Qur’an pada malam 17 Ramadan menjadi simbol bahwa wahyu Ilahi adalah lentera yang menerangi kegelapan jiwa dan masyarakat,” ujar Akhmad Sruji Bahtiar, kepada PustakaJC.co, Jumat, (13/3/2026).