Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, lanjut Bahtiar, seorang muslim diharapkan mampu memperbaiki diri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ia juga menilai momentum ini sebagai sarana penyucian jiwa melalui perenungan terhadap ajaran Al-Qur’an.
“Melalui perenungan terhadap Al-Qur’an, manusia diajak kembali mengenal dirinya, menyadari kelemahannya, serta mendekatkan diri kepada Allah agar hidup berjalan sesuai petunjuk-Nya,” ujarnya.