Kenalkan Tradisi Sejak Dini, Khofifah Ajak Cucu Kunjungi Pasar Bandeng Gresik

pemerintahan | 19 Maret 2026 16:51

Kenalkan Tradisi Sejak Dini, Khofifah Ajak Cucu Kunjungi Pasar Bandeng Gresik
Khofifah ajak cucu ke Pasar Bandeng Gresik. (dok antara)

 

 

GRESIK, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak cucu pertamanya, Aisyah Nabila (Aila), mengunjungi tradisi Pasar Bandeng di Gresik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

 

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda sejak dini. Khofifah ingin sang cucu dapat melihat langsung aktivitas masyarakat dalam tradisi tahunan tersebut. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (19/3/2026).

 

“Hari ini, saya membawa cucu saya, Aila. Saya ajak dia melihat langsung ikan bandeng di pasar ini. Ini kali kedua Aila ke sini,” ujar Khofifah, Kamis, (19/3/2026).

 

 

 

Pasar Bandeng Gresik merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak masa Sunan Giri. Tradisi ini menjadi daya tarik khas karena menjual bandeng kawak atau bandeng berukuran besar yang sebagian besar berasal dari kawasan tambak Mengare.

 

Menurut Khofifah, pengenalan tradisi tidak hanya penting untuk melestarikan budaya, tetapi juga membantu generasi muda memahami nilai sosial dan ekonomi yang tumbuh di masyarakat.

 

“Saya ingin Aila bisa mengenal tradisi Pasar Bandeng sejak dini. Dengan melihat langsung suasana pasar, dia bisa memahami budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gresik,” katanya.

 

 

Ia menambahkan, tradisi tersebut juga berperan dalam menggerakkan perekonomian warga, khususnya petambak dan pedagang lokal. Ikan bandeng yang dijual umumnya berbobot 4 hingga 5 kilogram dan membutuhkan waktu pemeliharaan hingga empat tahun.

 

“Artinya, proses pembesaran bandeng cukup lama, sehingga kita perlu menghargai para petambak yang telah menyiapkannya untuk kebutuhan Lebaran,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga membeli sejumlah ikan bandeng untuk kebutuhan lomba memasak bersama perangkat daerah dan BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tahunan tersebut akan digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, diawali dengan qiyamul lail, dilanjutkan lomba memasak, dan ditutup dengan sahur bersama.

 

“Tahun ini penyelenggaraan yang ke-6, sehingga kebutuhan bandeng cukup banyak,” katanya. (ivan)