Kepala UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK) Jatim, Astrid, menjelaskan bahwa posko tersebut beroperasi selama 24 jam untuk memberikan pendampingan, mulai dari pendataan hingga penanganan PMI yang mengalami kendala kesehatan maupun masalah lainnya.
“Fasilitas yang disiapkan meliputi takjil gratis, layanan telepon darurat, hingga shelter transit bagi PMI yang datang pada malam hari atau belum dijemput keluarga. Kami juga menyiapkan rujukan medis cepat bagi yang membutuhkan penanganan lanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, momentum Lebaran selalu diiringi peningkatan intensitas kepulangan PMI. Oleh karena itu, pihaknya memastikan setiap pekerja migran yang kembali mendapatkan perlindungan maksimal.
Pada arus mudik tahun sebelumnya, posko ini tercatat melayani ribuan PMI, dengan mayoritas kepulangan berasal dari Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. Secara keseluruhan, puluhan ribu PMI mendarat di Bandara Juanda sepanjang tahun.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap para PMI dapat merasakan kehadiran negara, sekaligus memperoleh jaminan keamanan dan kenyamanan selama proses kepulangan hingga kembali ke daerah asal. (ivan)