Prabowo Tetap Lanjutkan Koperasi Merah Putih, Sebut Jadi Solusi Lawan Rentenir Berbunga Tinggi

pemerintahan | 24 Maret 2026 18:58

Prabowo Tetap Lanjutkan Koperasi Merah Putih, Sebut Jadi Solusi Lawan Rentenir Berbunga Tinggi
Presiden Prabowo  YT Prabowo Subianto, ( dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program Koperasi Merah Putih meskipun mendapat berbagai penolakan. Kebijakan tersebut, menurutnya, dilandasi kepedulian terhadap masyarakat kecil yang masih terjerat praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir. Selasa, (24/3/2026). 

 

 

“Bunganya bisa sampai 1 persen per hari. Ini jelas sangat memberatkan dan tidak manusiawi bagi masyarakat kecil,” ujarnya.

 

 

Dalam dialog bertajuk Presiden Prabowo Menjawab yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya, Prabowo menyampaikan optimisme bahwa program ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem ekonomi kerakyatan di Indonesia. Demikian dilansir dari Jawapos.com, selasa, (24/3/2026). 

 

 

Ia menyebut, pemerintah menargetkan pembentukan hingga 80 ribu koperasi yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti gudang dan cold storage. Hingga saat ini, sekitar 30 ribu koperasi telah terbentuk sebagai bukti nyata bahwa program tersebut terus berjalan.

 

 

Menurut Prabowo, salah satu persoalan utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan akses pembiayaan selama masa tanam hingga panen yang bisa mencapai 120 hari. Kondisi tersebut kerap memaksa mereka meminjam uang kepada rentenir.

 

 

Ia menilai praktik tersebut sebagai bentuk ketimpangan yang harus segera diatasi. Oleh karena itu, kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi solusi dengan menyediakan akses kredit yang lebih terjangkau.

 

 

Selain itu, Prabowo juga menyoroti perbedaan suku bunga antara pelaku usaha kecil dan besar. Ia menyebut, selama ini pelaku usaha mikro harus menanggung bunga hingga 24 persen per tahun, sementara pengusaha besar memperoleh bunga yang jauh lebih rendah.

 

 

Ke depan, pemerintah menargetkan suku bunga pinjaman melalui koperasi dapat ditekan hingga sekitar 6 persen per tahun. Menurutnya, potensi ekonomi nasional cukup besar untuk mendukung kebijakan tersebut, asalkan dikelola secara tepat.

 

 

“Yang kita perlukan adalah pengorganisasian yang baik agar kekuatan ekonomi ini benar-benar dirasakan rakyat,” kata Prabowo.

 

 

Program Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi instrumen pemerataan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman berbunga tinggi. (frcn)