Pemprov Jatim memperkuat ekosistem pangan melalui peningkatan produksi, optimalisasi lahan, percepatan distribusi pupuk bersubsidi, serta penguatan distribusi lewat program Jatim Agro-Hub. Stabilisasi harga dilakukan melalui operasi pasar dan pasar murah di 38 kabupaten/kota.
Di sektor energi, pemerintah memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap aman meski harga energi global fluktuatif. Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) juga terus digenjot dengan kapasitas mencapai 709,13 MW.
Langkah efisiensi turut ditempuh melalui kebijakan work from home (WFH), pengurangan perjalanan dinas, serta optimalisasi rapat daring sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, dukungan terhadap UMKM diperkuat melalui relaksasi dan restrukturisasi kredit. Perlindungan sosial juga diperluas melalui PKH Plus, bantuan disabilitas, BLT buruh, hingga dukungan permodalan bagi masyarakat rentan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak panic buying. Pemerintah menjamin ketersediaan stok dan harga BBM subsidi tetap terkendali,” kata Khofifah. (ivan)