Angka Kecelakaan Lebaran 2026 Turun, Santunan Jasa Raharja Capai Rp 11,9 Miliar

pemerintahan | 28 Maret 2026 19:23

Angka Kecelakaan Lebaran 2026 Turun, Santunan Jasa Raharja Capai Rp 11,9 Miliar
Istimewa: Dari kanan: Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Menhub Dudy Purwagandhi, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Angka kecelakaan lalu lintas serta tingkat fatalitas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini dinilai tidak lepas dari efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan di berbagai titik, seperti sistem one way, contraflow, hingga pembatasan kendaraan. Sabtu, (28/3/2026). 

 

 

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat, terjadi penurunan fatalitas korban kecelakaan yang cukup signifikan.

 

 

“Fatalitas korban kecelakaan turun hingga 30,4 persen. Sementara jumlah kejadian kecelakaan juga menurun sebesar 5,3 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu,” ujarnya dalam kegiatan pembukaan manajemen rekayasa lalu lintas one way tahap II di Command Center PJR Korlantas Polri KM 29 Tol Jakarta–Cikampek. Demikian dikutip dari Jawapos.com, sabtu, (28/3/2026). 

 

 

Menurutnya, penerapan manajemen lalu lintas secara terintegrasi menjadi kunci utama dalam mengurai kepadatan kendaraan selama masa puncak mudik dan arus balik. Distribusi kendaraan yang lebih terkontrol di jalur tol maupun non-tol turut berkontribusi menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

 

 

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa meskipun angka kecelakaan menurun, perhatian khusus tetap perlu diberikan pada dominasi kendaraan roda dua serta kecelakaan yang terjadi di jalur non-tol.

 

 

“Kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua dan banyak terjadi di jalan non-tol. Karena itu, pengaturan distribusi lalu lintas harus terus diperkuat agar risiko kecelakaan dapat ditekan,” katanya.

 

 

Di sisi lain, Jasa Raharja memastikan proses penyaluran santunan kepada korban kecelakaan berjalan dengan cepat dan tepat. Hingga saat ini, total santunan yang telah disalurkan mencapai Rp 11,9 miliar, baik kepada korban meninggal dunia maupun ahli waris.

 

 

“Penyaluran santunan ini merupakan komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan hak korban terpenuhi secara optimal,” tutup Awaluddin. (frcn)