Menteri PU Pastikan Uji Coba Sistem Tol MLFF Akan Diulang

pemerintahan | 29 Maret 2026 16:55

Menteri PU Pastikan Uji Coba Sistem Tol MLFF Akan Diulang
ILUSTRASI. Uji coba sistem transaksi tol nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) di Bali pada bulan Desember 2023. (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan bahwa sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF) akan kembali menjalani uji coba. Keputusan ini diambil setelah uji coba sebelumnya di Bali belum menghasilkan kesimpulan yang jelas terkait tingkat keberhasilannya. Minggu, (29/3/2026). 

 

 

"Setahu saya dari Bapak Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menginformasikan kalau yang dulu itu waktu kita uji coba pertama di Bali belum ada kesimpulan apakah uji cobanya sukses atau tidak. Kemudian kita akhirnya bersepakat untuk diuji coba ulang," ujar Dody di Rest Area KM379 A Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, dilansir dari Antara, Demikian dikutip dari Jawapos.com, minggu, (29/3/2026). 

 

 

Menurut Dody, informasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebutkan bahwa uji coba awal belum dapat dijadikan dasar untuk implementasi penuh. Oleh karena itu, pemerintah bersama para pemangku kepentingan sepakat untuk melanjutkan pengujian ulang.

 

 

“Kita belum mendapatkan kesimpulan apakah uji coba sebelumnya berhasil atau tidak, sehingga diputuskan untuk dilakukan uji coba ulang,” ujarnya saat ditemui di Rest Area KM379 A Tol Batang–Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/3).

 

 

Ia menegaskan bahwa proyek MLFF menjadi perhatian banyak pihak. Karena itu, Kementerian PU melibatkan berbagai institusi seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, kejaksaan, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan pelaksanaannya berjalan transparan dan akuntabel.

 

 

Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus dipenuhi oleh pihak pelaksana, yakni PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), sesuai kontrak kerja sama yang telah disepakati dengan pemerintah.

 

 

Rencana uji coba ulang tersebut diperkirakan akan berlangsung dalam waktu sekitar dua bulan ke depan. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan teknis yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Lokasi uji coba juga masih dalam pembahasan, meski Bali dinilai sebagai opsi paling realistis karena volume lalu lintasnya yang relatif tidak terlalu padat.

 

 

Sementara itu, BPJT menegaskan bahwa implementasi MLFF harus dilakukan secara hati-hati. Tahap uji coba berikutnya bahkan direncanakan akan dilakukan di ruas tol dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi, seperti kawasan Jabodetabek atau jalur Trans Jawa.

 

 

Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menyampaikan bahwa setiap tahapan penerapan MLFF membutuhkan persiapan matang. Saat ini, pihaknya masih menunggu laporan lengkap sebelum menentukan lokasi dan waktu pelaksanaan uji coba lanjutan.

 

 

“Proses ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

 

 

Di sisi lain, anggota BPJT, Sony Sulaksono Wibowo, mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu disempurnakan. Di antaranya adalah integrasi teknologi MLFF dengan sistem operator tol yang sudah ada, penyesuaian mekanisme pembayaran melalui penyedia jasa pembayaran, serta penguatan aspek penegakan hukum terhadap pelanggaran transaksi.

 

 

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan Korps Lalu Lintas Polri sangat penting, terutama terkait kebutuhan payung hukum yang jelas dalam mendukung penegakan aturan di lapangan.

 

 

Dengan berbagai evaluasi tersebut, pemerintah berharap implementasi MLFF ke depan dapat berjalan optimal dan memberikan kemudahan bagi pengguna jalan tol tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepastian hukum. (frcn)