Pemulihan juga diawali identifikasi material sisa kebakaran seperti batu bata dan genteng untuk menjaga kesesuaian bentuk. Proses ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim cagar budaya dan tenaga ahli.
Proyek hanya difokuskan pada sayap barat, bukan seluruh kompleks Grahadi. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam 210 hari kalender, mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026.
Dengan nilai kontrak Rp12,77 miliar dari APBD Jawa Timur, pemugaran juga dilengkapi sistem proteksi kebakaran serta lantai kaca untuk menampilkan elevasi struktur asli sebagai sarana edukasi publik.
Di akhir, Khofifah mengingatkan pentingnya menjaga cagar budaya secara kolektif agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya Grahadi, tapi seluruh cagar budaya di negeri ini,” tegasnya. (ivan)