SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memulai pemulihan bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi yang rusak akibat kebakaran saat kerusuhan Agustus 2025.
Pemugaran dilakukan dengan pendekatan cagar budaya, mengutamakan keserupaan dengan bentuk asli serta diawasi tim ahli. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, proses ini tidak sekadar membangun ulang, tetapi menjaga nilai historis bangunan. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (2/4/2026).
“Kita memaksimalkan keserupaan dengan bangunan aslinya, meskipun tidak bisa persis,” ujar Khofifah, Rabu (1/4).
Pemulihan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, sekaligus pengelupasan simbolis bagian dinding yang terbakar.
Proyek ini mencakup rekonstruksi atap, replikasi pintu, kusen, dan engsel, hingga penataan ulang ruang terdampak. Selain itu, hasil ekskavasi arkeologi seperti balok kayu lama juga akan ditampilkan sebagai bagian edukasi.
Menariknya, pemugaran dilakukan tanpa semen. Material yang digunakan berupa mortar berbahan dasar kapur dan mineral khusus, mengikuti teknik konstruksi asli agar tidak merusak struktur lama.
“Beberapa bagian existing seperti kusen tetap dipertahankan, tidak dirombak,” kata Khofifah.
Pemulihan juga diawali identifikasi material sisa kebakaran seperti batu bata dan genteng untuk menjaga kesesuaian bentuk. Proses ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim cagar budaya dan tenaga ahli.
Proyek hanya difokuskan pada sayap barat, bukan seluruh kompleks Grahadi. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam 210 hari kalender, mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026.
Dengan nilai kontrak Rp12,77 miliar dari APBD Jawa Timur, pemugaran juga dilengkapi sistem proteksi kebakaran serta lantai kaca untuk menampilkan elevasi struktur asli sebagai sarana edukasi publik.
Di akhir, Khofifah mengingatkan pentingnya menjaga cagar budaya secara kolektif agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya Grahadi, tapi seluruh cagar budaya di negeri ini,” tegasnya. (ivan)