NGANJUK, PustakaJC.co - Langkah cepat dilakukan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dengan turun langsung ke Nganjuk. Ia meninjau pembangunan sumur bor yang digadang menjadi solusi krisis air bagi ratusan warga dan lahan pertanian yang selama ini bergantung pada hujan.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan sumur bor di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, (11/4/2026).
Program ini menjadi respons atas keluhan warga terkait kondisi lahan pertanian yang tandus dan minim sumber air. Berdasarkan hasil uji geolistrik, pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 150 meter. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (12/4/2026).
“Hasil uji geolistrik menunjukkan kedalaman pengeboran mencapai sekitar 150 meter. Saat ini sudah ada dua titik yang mulai dikerjakan,” ujar Dody.
Pemerintah menargetkan sumur bor tersebut mampu memenuhi kebutuhan air bagi 233 kepala keluarga atau sekitar 780 jiwa. Tak hanya itu, layanan irigasi juga diproyeksikan menjangkau hingga 120 hektare lahan pertanian.
Dari hasil survei, potensi air tanah berada di kedalaman 130–150 meter dengan debit sekitar 2 hingga 5 liter per detik, yang masuk dalam sistem air tanah CAT Brantas.
“Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan air bisa keluar dan dimanfaatkan,” katanya.
Selain untuk kebutuhan sehari-hari, sumur bor ini diharapkan meningkatkan intensitas tanam petani. Kementerian PU juga berencana membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna memperluas akses air bersih.
Dody mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya air agar tetap berkelanjutan.
“Jangan sampai kita boros, sehingga anak cucu kita nanti kesulitan mendapatkan air,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Oro-oro Ombo, Bismoko, mengungkapkan bantuan ini berawal dari pengajuan desa ke Kementerian PU. Selama ini, petani kesulitan air terutama saat musim tanam kedua karena hanya mengandalkan tadah hujan.
Dari total 135 hektare lahan pertanian, ketersediaan air kerap menyusut sehingga berdampak pada hasil panen.
“Kami sangat bersyukur ada bantuan ini,” kata Bismoko.
Jika sumur bor ini berhasil, bukan hanya krisis air teratasi, tapi juga membuka harapan baru bagi petani Nganjuk untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan. (ivan)