Khofifah Dorong Industri Farmasi Lokal, Tekan Ketergantungan Impor

pemerintahan | 28 April 2026 18:29

Khofifah Dorong Industri Farmasi Lokal, Tekan Ketergantungan Impor
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan dalam Peresmian Pabrik Line 4 Satoria Pharma di Pasuruan, Selasa, (28/4/2026). (dok antara)

lPASURUAN, PustakaJC.co — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan industri substitusi impor di sektor farmasi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat dari luar negeri.

 

Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan pabrik Line 4 milik Satoria Pharma di Pasuruan, dikutip dari antaranews.com, Selasa, (28/3/2026).

 

“Bahan baku obat kita masih banyak impor. Maka penguatan industri substitusi impor menjadi sangat penting,” ujar Khofifah, mengutip penjelasan Deputi 1 BPOM dr. William Adi Teja.

 

 

Meski produksi obat sebagian besar sudah dilakukan di dalam negeri, Khofifah menilai ketergantungan pada bahan baku impor masih menjadi persoalan utama. Karena itu, penguatan industri hulu dinilai sebagai langkah strategis menuju kemandirian farmasi nasional.

 

Kehadiran PT Satoria Aneka Industri melalui unit bisnisnya, Satoria Pharma, disebut sebagai contoh konkret upaya substitusi impor yang mulai terealisasi di daerah.

 

Menurut Khofifah, pengembangan industri farmasi di daerah tidak hanya mendukung kemandirian sektor kesehatan, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di Kabupaten Pasuruan.

 

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari sektor kesehatan, terutama rumah sakit milik pemerintah daerah, untuk menyerap produk dalam negeri.

 

 

Pemprov Jatim sendiri saat ini mengelola 14 rumah sakit, termasuk RSUD Dr. Soetomo yang menjadi salah satu rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur terbesar di Indonesia.

 

“Kami berharap peningkatan produksi, terutama cairan infus dari Satoria Pharma, dapat menjamin kebutuhan rumah sakit di lingkungan Pemprov Jawa Timur,” kata Khofifah. (ivan)