JAKARTA, PustakaJC.co – Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memboyong dua penghargaan bergengsi sekaligus dalam ajang PRADANA NITYA BUDAYA TMII Awards 2026. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI sebagai bentuk pengakuan atas komitmen luar biasa dalam melestarikan warisan budaya Indonesia.
Dua kategori penghargaan yang berhasils disabet oleh Jawa Timur adalah:
13 Anjungan Terbaik: Sebagai pengakuan atas komitmen tinggi dalam melestarikan warisan budaya.
Anjungan Daerah dengan Resiliensi Terbaik: Mengukuhkan eksistensi budaya Jatim yang tetap relevan dan tangguh.
Foto bersama usai penerimaan penghargaan PRADANA NITYA BUDAYA TMII Awards 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menampilkan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama para pemangku kepentingan budaya sebagai simbol kolaborasi lintas sektor dalam pelestarian budaya.
Buah Kolaborasi dan Sinergi Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari, menerima langsung penghargaan tersebut di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Prestasi ini disebut sebagai buah dari kolaborasi hebat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai komunitas seni dan budaya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa kebudayaan Jatim terus hidup dan adaptif melalui sinergi lintas pihak.
"Meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran, sinergi antara Pemprov Jatim, pemerintah daerah, dan komunitas budaya berhasil menjadikan Anjungan Jatim sebagai panggung ekspresi yang dinamis," ujar Khofifah.
Piala penghargaan PRADANA NITYA BUDAYA TMII AWARD dengan kategori “ANJUNGAN DENGAN RESILIENSI TERBAIK” yang diberikan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tahun 2026.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi besar bagi Jawa Timur untuk memperkuat upaya pelestarian budaya sebagai identitas dan kekuatan soft power daerah. Melalui berbagai pertunjukan seni dan pameran yang konsisten, Anjungan Jatim tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya yang terus relevan bagi masyarakat dan generasi masa depan.
Dengan semangat "Budaya Jatim untuk Masa Depan," Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk memastikan jati diri budaya ini tetap lestari dan menjadi kebanggaan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (ivan)