Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi Se-Jawa, Khofifah: Bukti Ketahanan di Tengah Tekanan Global

pemerintahan | 08 Mei 2026 19:31

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi Se-Jawa, Khofifah: Bukti Ketahanan di Tengah Tekanan Global
Flyer Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen.

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Ekonomi Jawa Timur kembali menunjukkan performa impresif. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat mencapai 5,96 persen secara year-on-year (y-on-y), sekaligus menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

 

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata ketahanan sekaligus akselerasi ekonomi Jawa Timur di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

 

“Alhamdulillah, di tengah tantangan global yang masih dinamis, ekonomi Jawa Timur mampu tumbuh tertinggi se-Jawa dan melampaui nasional. Ini patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis, (7/5/2026).

 

 

 

Tak hanya melampaui rata-rata nasional, capaian tersebut juga menunjukkan kuatnya fondasi ekonomi Jatim yang terus bergerak produktif pada berbagai sektor strategis. Secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Jawa Timur juga tumbuh sebesar 1,25 persen dibanding Triwulan IV Tahun 2025.

 

Khofifah menegaskan, pertumbuhan tersebut merupakan hasil konsistensi Pemprov Jatim dalam menjaga akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, dan mendorong produktivitas sektor unggulan.

 

Struktur ekonomi Jawa Timur masih ditopang tiga sektor utama, yakni industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, dan pertanian 10,51 persen.

 

Jawa Timur juga menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap ekonomi Pulau Jawa setelah DKI Jakarta dengan kontribusi 25,16 persen. Sementara terhadap perekonomian nasional, kontribusi Jatim mencapai 14,40 persen.

 

 

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor jasa lainnya yang tumbuh 13,44 persen. Peningkatan tersebut dipicu tingginya aktivitas rekreasi dan pariwisata sepanjang Januari hingga Maret 2026.

 

Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum turut mengalami pertumbuhan signifikan, salah satunya didorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,33 persen. Hal itu dipengaruhi meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui pembayaran THR ASN Tahun 2026 serta peningkatan belanja barang dan jasa kepada masyarakat, termasuk lewat program MBG.

 

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Pemprov Jatim terus memperkuat strategi pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui pasar murah hingga stabilisasi pasokan pangan.

 

 

 

Di sisi lain, perdagangan antardaerah dan ekspor juga terus digenjot melalui program misi dagang dan investasi ke berbagai provinsi maupun negara mitra.

 

Sepanjang 2025, Pemprov Jatim telah melaksanakan misi dagang di 12 provinsi dengan total transaksi mencapai Rp16,30 triliun. Sementara pada 2026, misi dagang di Jawa Tengah mencatat transaksi Rp3,15 triliun dan di DKI Jakarta mencapai Rp5,74 triliun. Adapun misi dagang ke Malaysia mencatat potensi transaksi sebesar Rp15,25 triliun.

 

“Misi dagang menjadi instrumen penting dalam memperkuat perdagangan antardaerah sekaligus memperluas pasar produk Jawa Timur,” terang Khofifah.

 

Di akhir pernyataannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga stabilitas dan kondusivitas Jawa Timur.

 

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bersinergi dan berkolaborasi menjaga Jawa Timur tetap aman, kondusif, dan produktif sebagai Gerbang Baru Nusantara,” pungkasnya. (ivan)