Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Pendidikan hingga Perdagangan, Hubungan Hadramaut-Jatim Disorot

pemerintahan | 18 Mei 2026 19:48

Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Pendidikan hingga Perdagangan, Hubungan Hadramaut-Jatim Disorot
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/5/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama strategis di sektor pendidikan, perdagangan, hingga kebudayaan.

 

Khofifah mengatakan, sejumlah kerja sama teknis yang dibahas akan ditindaklanjuti sesuai rekomendasi pemerintah pusat dan DPRD Jawa Timur. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (18/4/2026).

 

“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti kerja sama teknis di sektor pendidikan, perdagangan dan budaya,” ujar Khofifah.

 

Di sektor perdagangan, hubungan Jawa Timur dan Yaman menunjukkan tren positif. Dalam periode 2021-2025, ekspor Jawa Timur ke Yaman tumbuh rata-rata 24,08 persen per tahun.

 

 

Pada 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman mencapai sekitar 14,6 juta dolar AS. Komoditas utamanya meliputi olahan tepung, sabun dan preparat pembersih, kertas dan karton, produk kaca, makanan olahan, perlengkapan listrik, hingga produk perikanan.

 

Sementara impor Jawa Timur dari Yaman tercatat sebesar 1,97 juta dolar AS, sehingga menghasilkan surplus perdagangan sekitar 12,63 juta dolar AS bagi Jawa Timur.

 

Khofifah menilai hubungan masyarakat Indonesia dan Yaman, khususnya Hadramaut, telah terjalin kuat sejak lama, termasuk melalui budaya dan perdagangan.

 

“Banyak produk dari Yaman yang kita temui di sini. Seperti madu Yaman yang sering menjadi oleh-oleh haji atau umrah, selain itu lagu-lagu dari Yaman juga populer di sini,” katanya.

 

 

Ia juga menyoroti keberadaan komunitas Arab-Hadhrami di kawasan Kampung Arab Ampel sebagai simbol kuat hubungan historis Jawa Timur dan Yaman.

 

Selain perdagangan dan budaya, Pemprov Jatim juga membuka peluang penguatan kerja sama pendidikan, khususnya pertukaran mahasiswa dan penguatan moderasi di lingkungan pendidikan keagamaan.

 

“Menjadi bagian penting membangun pendidikan terutama di sektor jurusan agama tetapi bahwa mereka mendapatkan penguatan bagaimana moderasi di antara komunitas dimana mereka akan mengabdikannya,” ujar Khofifah.

 

Sementara itu, Dubes Yaman Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh mengapresiasi sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap rencana kerja sama tersebut.

 

“Mereka mempunyai peran yang begitu besar di negeri ini maka sekarang kita ingin membangun kembali hubungan tersebut baik di sektor pendidikan, kebudayaan dan ekonomi. Semoga semua rencana ini dapat tercapai,” katanya. (ivan)