JAKARTA, PustakaJC.co — Pemerintah menyiapkan investasi sebesar Rp842,48 miliar guna meningkatkan keselamatan di sekitar 1.600 titik perlintasan sebidang kereta api di Indonesia.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengatakan, anggaran tersebut disiapkan sebagai langkah percepatan penanganan keselamatan perkeretaapian menyusul tingginya angka kecelakaan di sejumlah daerah. Dilansir dari suarasurabaya.net, (22/5/2026).
“Untuk peningkatan keselamatan pada 1.600 lokasi perlintasan sebidang dibutuhkan total investasi sebesar Rp842,48 miliar,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (21/5/2026).
Menurutnya, kebutuhan anggaran itu terdiri dari biaya operasional (OPEX) sebesar Rp603,9 miliar yang akan ditanggung Kementerian Perhubungan melalui skema IMO atau sekitar 72 persen dari total investasi.
Sementara itu, sisanya berupa belanja modal (CAPEX) sebesar Rp238,6 miliar akan ditanggung PT Kereta Api Indonesia.
Dana tersebut nantinya digunakan untuk berbagai kebutuhan keselamatan, mulai dari penyediaan petugas penjaga lintasan hingga pembangunan fasilitas pendukung.
“Kebutuhan itu meliputi petugas penjaga lintasan sebesar Rp603,9 miliar, pembangunan pos jaga Rp158,1 miliar, serta fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal sebesar Rp60,9 miliar,” jelasnya.
Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga membuka peluang pembiayaan melalui program CSR serta dukungan iklan di lokasi strategis.
Dalam kesempatan itu, Dudy menegaskan pemerintah serius memperkuat keselamatan perlintasan sebidang. Bahkan, Prabowo Subianto disebut telah memberikan arahan langsung agar percepatan penanganan segera dilakukan, termasuk pembangunan flyover di wilayah Bekasi.
“Presiden menyoroti masih banyaknya lintasan kereta api yang belum dijaga dan menegaskan perlunya langkah percepatan penanganan demi keselamatan masyarakat,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perhubungan bersama PT KAI, DJKA, KNKT, Danantara, dan BPP BUMN telah memulai program penanganan perlintasan sebidang sejak 5 Mei 2026.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan penutupan 172 perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi serta peningkatan keselamatan di titik prioritas nasional.
“Seluruh pihak telah menyatakan komitmen bersama untuk melakukan penutupan terhadap 172 perlintasan sebidang yang berisiko tinggi,” pungkas Dudy. (ivan)