Sri Wahyuni menilai normalisasi saluran irigasi bukan hanya sekadar pengerukan, tetapi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pertanian yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Saluran irigasi memiliki peran vital bagi masyarakat. Ketika aliran air lancar, sawah bisa produktif, hasil panen meningkat, dan ekonomi warga ikut bergerak,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan selama proses pengerjaan proyek berlangsung, terutama terkait penataan hasil galian, akses alat berat, dan potensi gangguan terhadap aktivitas warga sekitar.
“Penataan hasil galian jangan sampai mengganggu lahan produktif warga, begitu juga akses alat berat harus diatur agar tidak menghambat aktivitas masyarakat,” ucapnya.
Sri Wahyuni juga mengapresiasi rencana pemanfaatan material galian sebagai tanggul untuk memperkuat struktur saluran sekaligus mengurangi risiko luapan air saat musim hujan.
“Pemanfaatan hasil galian menjadi tanggul merupakan langkah positif. Selain memperkuat struktur di sekitar saluran, juga membantu mengurangi potensi dampak lingkungan,” tuturnya.