Khofifah Salurkan Bansos Rp1,8 Miliar di Kediri, Tekankan Kemandirian Ekonomi Warga

pemerintahan | 24 Mei 2026 12:07

Khofifah Salurkan Bansos Rp1,8 Miliar di Kediri, Tekankan Kemandirian Ekonomi Warga
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat penyerahan bantuan sosial di Kediri, Jawa Timur. (dok antara)

KEDIRI, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bantuan sosial bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan bentuk kepedulian pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat rentan.

 

Hal itu disampaikan Khofifah saat menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp1,819 miliar kepada warga Kota Kediri. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (24/5/2026).

 

“Penyaluran bansos ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan,” kata Khofifah, Minggu, (24/5/2026).

 

 

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera, sebagai langkah menuju visi Gerbang Baru Nusantara dan Indonesia Emas 2045.

 

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, terus berupaya mempercepat pengentasan kemiskinan serta mengurangi ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu.

 

Ia juga meminta masyarakat memanfaatkan bantuan dengan bijak agar tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga dapat menjadi modal memperkuat ekonomi keluarga.

 

“Saya berharap bantuan ini mampu meningkatkan kemandirian serta menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat,” ujarnya.

 

 

 

Khofifah turut mengapresiasi peran para pilar sosial seperti TKSK, Tagana, pendamping sosial, dan SDM PKH Plus yang dinilai menjadi ujung tombak keberhasilan program perlindungan sosial di lapangan.

 

“Dengan semangat gotong royong, perlindungan sosial di Jatim diharapkan semakin responsif, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

 

Sementara itu, total bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Jatim mencapai Rp1,794 miliar. Bantuan tersebut meliputi PKH Plus bagi 485 keluarga penerima manfaat, BLT DBHCHT untuk 265 buruh pabrik rokok, bantuan kemiskinan ekstrem, ASPD bagi penyandang disabilitas, hingga program KIP Jawara untuk kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

 

 

Selain itu, bantuan operasional dan tali asih juga diberikan kepada puluhan pilar sosial, termasuk pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.

 

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyebut penyaluran bansos tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Bantuan ini penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat semangat dan keberpihakan negara kepada warga yang membutuhkan,” kata Vinanda. (ivan)